1. Pengertian Waterfall
Waterfall atau AIR terjun adalah model yang dikembangkan
untuk pengembangan perangkat lunak, membuat perangkat lunak. model
berkembang secara sistematis dari satu tahap ke tahap lain dalam mode seperti
air terjun.
Model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada pengembangan
software yang sistematikdan sekuensial yang mulai dari tingkat kemajuan sistem
pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian dan pemeliharaan. Model ini
melingkupi aktivitas-aktivitas sebgai berikut : rekayasa dan pemodelan sistem
informasi, analisis kebutuhan, desain, koding, mengujian dan pemeliharaan.
Gambar 1.1 Metodologi Waterfall
2. Tahapan atau fase model waterfall
Ini adalah gambar tahapan atau fase
yang paling umum tentang model waterfall
Akan tetapi Roger S. Pressman
memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun secara garis besar sama dengan
tahapan-tahapan model waterfall pada umumnya. Berikut adalah Gambar dan
penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini menurut Pressman:
- Kebutuhan
Sistem Permodelan ini diawali dengan
mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam
bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat
berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb.
Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.
- Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.
- Desain Perangkat Lunak Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
- Tahap Implementasi Perangkat Lunak
Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka
desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh
mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini
merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan
oleh programmer.
- Uji Mesin Formal Integrasi Perangkat Lunak Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.
- Operasi dan Perawatan Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya
3. Kelebihan dari Model Waterfall
1)
Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
2)
Cocok untuk system software berskala besar.
3) Cocok untuk system software yang bersifat generic.
4)
Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol
4. Kelemahan Waterfall
1) Waktu pengembangan
lama. hal ini dikarenakan input tahap berikutnya adalah output dari tahap
sebelumnya. Jika satu tahap waktunya molor, maka waktu keseluruhan pengembangan
juga ikut molor.
2) Biaya juga mahal, hal
ini juga dikarenakan waktu pengembangan yang lama
3) Terkadang perangkat
lunak yang dihasilkan tidak akan digunakan karena sudah tidak sesuai dengan
requirement bisnis customer. hal ini juga dikarenakan waktu pengembangan yang
lama. selain itu dikarenakan waterfall merupakan aliran yang linear, sehingga
jika requirement berubah proses tidak dapat diulang lagi.
4) Karena tahap-tahapan
pada waterfall tidak dapat berulang, maka model ini tidak cocok untuk pemodelan
pengembangan sebuah proyek yang memiliki kompleksitas tinggi.
5) Meskipun
waterfall memiliki banyak kelemahan yang dinilai cukup fatal, namun model ini
merupakan dasar bagi model-model lain yang dikembangkan setelahnya.
EmoticonEmoticon